Oleh : Eni Faridah
Ku rangkul cinta
dalam pekik tangis terhebat.
Ditengah mentari
yang mulai meredup sinarnya.
Sepanjang waktu,
hanya tetap ada satu.
Meski sesekali mendung menghalangi.
Usahanya untuk memancar
tak lantas butuh pengganti.
Selain itu,
aku juga merawat subur
harapan terdalam.
Ditengah pekat
yang kau sebut malam,
Yang menawarkan sejuta keindahan bintang - bintang.
Namun gemerlapnya pongah dan menyilaukan.
Jombang,
28 Oktober 2018
28 Oktober 2018


4 Komentar
aku peringatkan, jangan sekali-kali
BalasHapus: redupkan
hilangkan
matikan
sebab sedang kurangkai cerita warna cahayamu
seperti mahkota mainan masa kecilku
aku peringatkan, jangan sekali-kali
BalasHapus: redupkan
hilangkan
matikan
sebab sedang kurangkai cerita warna cahayamu
seperti mahkota mainan masa kecilku
Gila! Puitis baattt 😂
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus