Oleh : Eni Faridah



Ku rangkul cinta 
dalam pekik tangis terhebat.
Ditengah mentari 
yang mulai meredup sinarnya.
Sepanjang waktu, 
hanya tetap ada satu.
Meski sesekali mendung menghalangi.
Usahanya untuk memancar 
tak lantas butuh pengganti.


Selain itu, 
aku juga merawat subur 
harapan terdalam.
Ditengah pekat 
yang kau sebut malam,
Yang menawarkan sejuta keindahan bintang - bintang.
Namun gemerlapnya pongah dan menyilaukan.


Jombang, 
28 Oktober 2018