Oleh : Edy Susanto


Senja telah menjelang,⁣⁣⁣
Ketika sebentar lagi hujan turun,⁣⁣⁣
Dan kopi ternyata masih hitam.⁣⁣⁣
Tanganku menari di atas kertas bersama pena,⁣⁣⁣
Ketika itu aku baru menyadari,⁣⁣⁣
Ternyata tuan-tuan di sana goblok juga.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Asu,⁣⁣⁣
Kalian bilang padaku bacalah buku-buku itu,⁣⁣⁣
Tapi otakmu tak seperti orang yang membaca buku,⁣⁣⁣
Omonganmu nglantur,⁣⁣⁣
Kata-katamu tak lebih dari tuan-tuan uzur yang mulai pikun.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Katamu reformasi awal dari kebebasan,⁣⁣⁣
Reformasi awal tiadanya penindasan,⁣⁣⁣
Kalian perjuangkan reformasi demi demokrasi,⁣⁣⁣
Demi rakyat yang kalian bilang muak pada pemerintah yang tiran.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Ingatanku masih jelas dengan cerita masa orba.⁣⁣⁣
Aku masih bacai buku-buku yang menggambarkan kepiluan kala itu.⁣⁣⁣
Buku yang menggambarkan orba dan jendralnya.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Memang dasar asu!⁣⁣⁣
Tanpa ujung pangkal,⁣⁣⁣
Tanpa angin dan hujan,⁣⁣⁣
Tiba-tiba kalian tawarkan lagi orde baru untuk mengisi masa depan negeriku.⁣⁣⁣
Atas nama rakyat lalu kalian munafikkan segalanya.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Dengan arogan kalian kambing hitamkan rakyat demi syahwat  berkuasa.⁣⁣⁣
Hanya karena kalian baca,⁣⁣⁣
“Pie le, penak jamanku to?”⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Owalah memang asu!⁣⁣⁣
Aku mulai pusing dan ngelu,⁣⁣⁣
Saat kalian bilang akan membawa Indonesia seperti kala orba.⁣⁣⁣
Kalian catut kesejahteraan di dalamnya.⁣⁣⁣
Lalu kalian sebut kerinduan rakyat pada jendral 32 tahun itu.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Kalian mulai lupa atau pikun?⁣⁣⁣
Atau uang cukup membayar nurani?⁣⁣⁣
Kalian mulai berbohong demi kursi,⁣⁣⁣
Demi jabatan yang lama kalian robohkan. ⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Dasar kalian asu!⁣⁣⁣
Coba kalian ingat lagi Marsinah!⁣⁣⁣
Bayangkan lagi Petrus!⁣⁣⁣
Jangan lupakan juga Tanjuk Priok 1987!⁣⁣⁣
Talang Sari, Malari, Kudatuli, Trisakti,dan lainnya lagi.⁣⁣⁣
Tak lupa jangan ketinggalan juga Kedungombo!⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Tapi sudahlah!⁣⁣⁣
Memang dasar kalian asu!⁣⁣⁣
Demi tahta untuk menjamin harta,⁣⁣⁣
Kalian kaburkan segalanya.⁣⁣⁣
Kalian dewakan penindasan,⁣⁣⁣
Atas nama rakyat demi kekuasaan.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Sudahlah!⁣⁣⁣
Mungkin memang harus kupanggil kalian asu!⁣⁣⁣
Tapi entahlah.⁣⁣⁣
Aku sendiri mulai tak mengerti,⁣⁣⁣
Kenapa aku misuh dengan menyebut kalian asu.⁣⁣⁣
Dasar asu!⁣⁣⁣
Dan puisiku ternyata penuh asu.⁣


Kab. Semarang, 
19 November 2018



*ditulis ketika senja menjelang, dan asu-asu terbayang diingatan, dan orba akan dibangkitkan.