Bu....
Aku telah meringkuk dibawah pohon kesabaran...
Yang katamu akan selalu meneduhkan...
Hingga gigitan semut nyaris tak terhiraukan...
Juga ranting - ranting kering pun berjatuhan...

Sepanjang hari aku berpeluh sebab mentari...
Meski sejenak, datang angin yang lalu pergi...
Serupa tanganmu saat mengurai rambut dan membelai pipi...
Sampai tiba waktu sore hari...

Aku juga menanti senja yang katamu indah...
Meskipun sejenak saja hadirnya...
Bahwa demi menuju bahagia dan ketenangan malam...
Aku harus berpacu melalui siang...



Jombang, 6 September 2018
-enifaridah-