Sekerdip dua kerdip kulihat mata ibu cukup sayu...
Sisa sendu nampak menghias wajah yang ayu...
Barisan doa beralun lembut juga syahdu...
Detik demi detik waktu membawa janji yang lalu...
Tentang kuat yang harus ku genggam tanpa syarat...
Tentang sabar yang ku tanggung tanpa tawar...
Juga tentang rasa yang sulit dinalar...
Letih kurasa pada tiap jejakan...
Kian sesak dada menimbun harapan...
Tumpah ruah lelehnya lewat mata...
Air asin tanpa ijin menggenangi wajah...
Bu, biar ku basuh langkah kakimu yang kian melemah...
Gemercik darah tak cukup membasahi jalan tertempuh...
Lembut kasih tak sebanding dengan rintihku...
Agar tak sampai ditelingamu, aku memilih bisu...
Jombang, 23/06/2018
-enifaridah-


0 Komentar